STUDI KEAMANAN OPERASIONAL, KETEPATAN WAKTU, DAN OKUPANSI KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG

Authors

  • Garindhra Defandhika Arafari Universitas Jayabaya
  • Sudarwati Universitas Jayabaya

Keywords:

Kereta Cepat Jakarta–Bandung, keamanan operasional, ketepatan waktu, okupansi penumpang, KCJB

Abstract

Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) merupakan proyek strategis nasional hasilkerja sama Indonesia–Tiongkok yang menjadi pelopor layanan kereta cepat di AsiaTenggara dengan kecepatan operasi hingga 350 km/jam. Kecepatan tinggi tersebutmenuntut penerapan prosedur keamanan operasional yang ketat dan andal guna menjaminkeselamatan, keandalan layanan, serta ketepatan waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuanmengevaluasi kinerja operasional KCJB berdasarkan aspek keamanan, kapasitas, okupansipenumpang, dan ketepatan waktu. Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungangeometris untuk menentukan kapasitas penumpang maksimal, metode okupansi untukmengukur tingkat pemanfaatan kapasitas tempat duduk, metode ketepatan waktu untukmenilai persentase perjalanan sesuai jadwal, serta analisis keterlambatan dan kedatangan lebih awal guna mengetahui realisasi waktu tempuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan operasional KCJB telah memenuhi standar internasional dan regulasi nasional dengan tingkat keselamatan yang sangat baik. Kinerja ketepatan waktu tergolong stabil dengan persentase keterlambatan yang rendah, yaitu 0,79–2,79% per bulan, serta perjalanan tanpa gangguan yang konsisten di atas 97%. Namun demikian, tingkat okupansi penumpang pada periode Agustus–Oktober masih relatif rendah dengan rata-rata 41,90%, yang menunjukkan pemanfaatan kapasitas angkut belum optimal dan berpotensi memengaruhi efisiensi operasional serta pendapatan KCJB

Downloads

Published

2026-08-08