KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL PADA RUAS JALAN RADEN PANJI SUROSO KOTA MALANG

Authors

  • Almira Velda Kartika Universitas Jayabaya
  • Sri Yuniarti Universitas Jayabaya
  • Sri Widayatie Universitas Jayabaya

DOI:

https://doi.org/10.54564/jtsa.v25i1.272

Keywords:

Koordinasi Simpang, Simpang Bersinyal, Transyt 14, Kinerja Lalu Lintas, Kota Malang

Abstract

Ruas Jalan Raden Panji Suroso merupakan koridor utama di Kota Malang dengan aktivitas lalu lintas tinggi yang sering mengalami tundaan dan antrian kendaraan, khususnya pada Simpang Araya dan Simpang Plaosan yang berjarak 400 meter dan belum terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan waktu sinyal yang optimal guna meningkatkan koordinasi antar simpang serta mengevaluasi tundaan, panjang antrian, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan (LOS) setelah dilakukan koordinasi. Metode penelitian meliputi survei inventarisasi simpang, survei volume pencacahan lalu lintas pada simpang (CTMC), serta pengumpulan data sekunder. Analisis kinerja simpang dilakukan dengan menggunakan Software Transyt 14 pada kondisi eksisting, setelah optimasi, dan setelah dilakukan koordinasi. Hasil analisis menujukkan bahwa setelah koordinasi, Simpang Araya memiliki rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,56; rata-rata panjang antrian sebesar 41,66 meter; dan tundaan rata-rata 15,7 det/smp. Sedangkan pada Simpang Plaosan rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,61; rata-rata panjang antrian 48,4 meter; dan tundaan rata-rata 18,88 det/smp. Kinerja kedua simpang meningkat dengan tingkat pelayanan (LOS) menjadi C. Dengan demikian, koordinasi yang dilakukan pada kedua simpang dapat dinilai efektif dan layak direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas.

Author Biographies

Sri Yuniarti, Universitas Jayabaya

Ruas Jalan Raden Panji Suroso merupakan koridor utama di Kota Malang dengan aktivitas lalu lintas tinggi yang sering mengalami tundaan dan antrian kendaraan, khususnya pada Simpang Araya dan Simpang Plaosan yang berjarak 400 meter dan belum terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan waktu sinyal yang optimal guna meningkatkan koordinasi antar simpang serta mengevaluasi tundaan, panjang antrian, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan (LOS) setelah dilakukan koordinasi. Metode penelitian meliputi survei inventarisasi simpang, survei volume pencacahan lalu lintas pada simpang (CTMC), serta pengumpulan data sekunder. Analisis kinerja simpang dilakukan dengan menggunakan Software Transyt 14 pada kondisi eksisting, setelah optimasi, dan setelah dilakukan koordinasi. Hasil analisis menujukkan bahwa setelah koordinasi, Simpang Araya memiliki rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,56; rata-rata panjang antrian sebesar 41,66 meter; dan tundaan rata-rata 15,7 det/smp. Sedangkan pada Simpang Plaosan rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,61; rata-rata panjang antrian 48,4 meter; dan tundaan rata-rata 18,88 det/smp. Kinerja kedua simpang meningkat dengan tingkat pelayanan (LOS) menjadi C. Dengan demikian, koordinasi yang dilakukan pada kedua simpang dapat dinilai efektif dan layak direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas.

Sri Widayatie, Universitas Jayabaya

Ruas Jalan Raden Panji Suroso merupakan koridor utama di Kota Malang dengan aktivitas lalu lintas tinggi yang sering mengalami tundaan dan antrian kendaraan, khususnya pada Simpang Araya dan Simpang Plaosan yang berjarak 400 meter dan belum terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan waktu sinyal yang optimal guna meningkatkan koordinasi antar simpang serta mengevaluasi tundaan, panjang antrian, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan (LOS) setelah dilakukan koordinasi. Metode penelitian meliputi survei inventarisasi simpang, survei volume pencacahan lalu lintas pada simpang (CTMC), serta pengumpulan data sekunder. Analisis kinerja simpang dilakukan dengan menggunakan Software Transyt 14 pada kondisi eksisting, setelah optimasi, dan setelah dilakukan koordinasi. Hasil analisis menujukkan bahwa setelah koordinasi, Simpang Araya memiliki rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,56; rata-rata panjang antrian sebesar 41,66 meter; dan tundaan rata-rata 15,7 det/smp. Sedangkan pada Simpang Plaosan rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,61; rata-rata panjang antrian 48,4 meter; dan tundaan rata-rata 18,88 det/smp. Kinerja kedua simpang meningkat dengan tingkat pelayanan (LOS) menjadi C. Dengan demikian, koordinasi yang dilakukan pada kedua simpang dapat dinilai efektif dan layak direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas.

Published

2026-05-06

How to Cite

Velda Kartika, A., Yuniarti, S. ., & Widayatie, S. (2026). KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL PADA RUAS JALAN RADEN PANJI SUROSO KOTA MALANG. JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR, 25(1), 1 - 7. https://doi.org/10.54564/jtsa.v25i1.272

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>